Kamis, 24 November 2011

app. shutdown otomatis


ShutDown After sebuah program sederhana dalam penggunaan dapat men-set waktu dan penugasan hotkey untuk melakukan proses Shutdown Windows, restart, log off, hibernate dan stand by. Hal ini dapat dibuktikan sangat membantu sekali dalam beberapa situasi ketika Sobat menginginkan komputer untuk keperluan shutdown, restart, log off, hibernate, stand by setelah penyelesaian dari beberapa proses atau Anda ingin menampilkan menu Shutdown hanya dengan melakukan proses menekan salah satu tombol keyboard.
Sistem Operasi: Windows XP/Vista
File Size: 3.49 MB

profesionalisasi blog gratis


Sangat banyak situs penyedia blog gretongan, bahkan ratusan. Tetapi situs mana yang bisa diprofesionalisasi (cari duit), belum tentu sebagian besar orang mengetahuinya.
Ok, mari kita mulai ulas satu persatu diantara 5 terbaik yang paling dikenal.
Wordpress, blog gretongan ini adalah blog yang paling banyak dikenal didunia. Fasilitasnya lengkap, banyak template dan plugin gretongan, mudah dioperasionalkan. Bahkan oleh seorang buta huruf sekalipun. wkwkwkwk. Tetapi kelemahannya tidak sedikit. Yang paling utama, blog ini sangat mengharamkan pemasangan script apapun yang berbau komersial. Sekali anda ketangkap melakukan komersialisasi, tamatlah riwayatnya.
Blogspot, Blog gretongan ni dibawah bendera Google, sangat minim fasilitas, tapi easy handling bagi pemula. Sekali anda paham widgetisasi, semuanya lancar. Selain itu, blog ini bisa dimonetize dengan menggunakan adsense. Nah fasilitas yang ini banyak sekali diantara kita yang mengabaikannya. Sama-sama gretongan, blog ini lebih diutamakan dalam indeksasi search engine google daripada blog lainnya. Akun adsense anda bisa digunakan diblog-blog anda lainnya secara bebas. Kelemahannya, Karena fasilitasnya sedikit, dan semua script terkumpul dalam bentuk XML, maka sering sekali overload dan error, dan susah untuk diupgrade tampilan beserta fasilitasnya. Jadi kalau mau nempel ads ya bisa keringatan.
Squidoo, blog gretongan ini merupakan salah satu blog yang paling kaya fasilitas monetizing. Didalamnya ada adsense, ebay, amazon, dan lain-lain. Anda tinggal pasang widget dan kirim rekening paypal anda. Kalau anda nggak mau duitnya, tinggal disumbangkan saja keberbagai lembaga yang ada di daftar mereka. Kelemahannya, Hampir tidak ada. Fasilitasnya sangat lengkap, jejaringnya sangat kuat, indeks search engine termasuk yang diutamakan, dan dalam sejarah belum pernah ada berita blog tersebut di hack oleh para pencoleng. Hanya saja banyak orang Indonesia yang belum mengenalnya. Selain itu, akun adsense terpusat di squido sehingga anda tidak akan bisa memasang scriptnya diluar squidoo.
Flixya. Blog gretongan ini adalah blog yang paling banyak disasar oleh mereka pencari adsense. Blognya powerfull, easy handling, termasuk diutamakan dalam indeksasi search engine.Kelemahan adsense anda dipotong 5%, Tetapi kalau anda memasangnya di blog milik anda yang lainnya, maka anda menerima 100%. Sayang masih belum banyak dikenal terutama oleh orang Indonesia.
Weebly. Sama dengan blogspot, blog gretongan ini saham mayoritas dimiliki oleh Google. Oleh karenanya sangat mudah untuk mencari duit dari adsense. Akun adsense anda bisa dipasang diblog anda manapun selain weebly. Kelemahannya penggunaannya jauh lebih rumit dari blogspot. Tetapi dalam hal kekayaan fasilitasnya, weebly relatif lebih baik daripada blogspot pendahulunya.
Renungan:
  1. Kalau sasaran anda ngeblog hanya untuk mengeluarkan uneg-uneg, sebaiknya ditulis ditembok kamar mandi, WC umum, atau kamar mertua.
  2. Kalau sasaran anda ngeblog untuk menampung ide dan memfile tulisan anda, sebaiknya ditulis di wordpress, terus difile dan disimpan diflashdisk atau external hardisk.
  3. Kalau sasaran anda ngeblog untuk sharing ide murni tanpa mencari uang, karena begitu mulianya hati anda, tetapi sambil numpang beken dan sukur-sukur bisa tervaforit,  kirim tulisan ke Kompasiana.
  4. Kalau anda ingin sharing dan mengukur tingkat kehebatan tulisan anda, silahkan diadu di allvoices, globalresearch, sitepoint, atau minimal reditt.
  5. Kalau anda mampu membuat tulisan yang bagus dan layak jual tapi anda emoh duitnya, silahkan nulis di squidoo.
  6. Kalau anda pingin nulis, menyimpan file sekaligus sharing, dan ingin mengelola secara bebas serta tidak direcoki oleh admin, anti duit, silahkan nulis di wordpress.
  7. Kalau anda pingin tulisannya bisa menghasilkan uang, tapi pinginnya makai blog gretongan (dasar orang pelit), silahkan nulis di blogspot, flixya, squidoo, dan weebly.

traffic rank untuk blog


Semua SEO master pasti hampir bisa dipastikan menjawab bahwa Traffik Rank adalah faktor paling utama bagi penilaian kinerja blog. Pasti juga demikian jawaban anda yang mungkin saja tahu manfaat Traffic Rank ini. Tetapi nanti dulu, mari kita pikirkan sejenak dengan logika dasar sederhana.
OK, traffic rank anda tinggi, anda mengasumsikan bahwa blog anda laris manis, dan nama blog anda menguar harum diangkasa. Benarkah?
Sebagai perumpamaan:
Opsi pertama: Anda pelukis, kemudian anda melakukan pameran ditengah pasar atau mungkin ditengah mall, atau ditengah pasar malam. Dijamin pengunjungnya pasti banyak. Minimal lewat atau melirik. Iya khan? Nah pertanyaannya, seberapa besar kemungkinan pengunjung anda ditempat ini akan membeli lukisan anda?
Opsi Kedua: Anda melakukan pameran diruang tertutup, eksklusif, misalnya di galeri, dimana pengunjungnya tidak terlalu banyak. Seberapa kemungkinan pengunjung galeri  akan membeli lukisan anda?
Opsi pertama, para pengunjung pasar, mall, atau pasar malem bisa diyakini bahwa sebagian besar motivasi mereka ingin jalan-jalan, beli lombok sama terasi, atau sekedar nganter anak naik dermolen di pasar malem. Ketika anda menjual lukisan disana, kemungkinan besar mereka ya hanya lewat, melirik ada orang aneh yang jualan lukisan dipasar Bering Harjo, taruh kata ada yang nawarpun paling-pol ditawar seharga gorengan. Mending kalau nggak dioprak-oprak sama satpol PP.
Thus, pengunjung anda banyak, tapi sebenarnya anda tersesat dalam membidik pasar. Yang anda dapatkan hanya crowd traffic yang sebenarnya sama sekali nggak ada manfaatnya bagi dagangan anda. Nah, Bounce Rate traffic anda akan besar, wong mereka hanya ngelirik sekali terus berlalu.
Sementara itu, pada opsi kedua, pengunjung yang bersedia mampir ke galeri anda adalah mereka yang benar-benar ingin mencari lukisan. Mampu mengapresiasi lukisan anda dengan baik. Kemungkinan membelinya akan sangat besar ketika ada titik temu dalam tawar menawar. Harga diri anda sebagai pelukis terjaga. Uang yang masuk jauh lebih besar kemungkinannya maupun jumlahnya.
Totally, dalam hitungan gundul per gundul, opsi pertama kelihatannya jauh lebih heboh, tapi yang didapat malahan traffic crowd. Opsi kedua, tertib, rapi, tidak berisik, dengan kemungkinan apresiasi terhadap lukisan anda jauh lebih tinggi.
Demikian juga, analogi diatas bisa diterapkan bagi pengembangan blog anda. Kalau tulisan anda berat, penuh dengan idiom-idiom teknis yang sulit diketahui oleh orang awam, ya jangan jual di pasar malem kayak media sosial pada umumnya. Salah-salah nanti dikira kemlinthi, sok ilmiah, keminter atau bahkan nggleleng. Buat saja blog pribadi yang powerfull, enforce menjadi blog layak dirujuk. Trafik tidak terlalu besar, tetapi probabilitas apresiasinya luar biasa.
Sebaliknya, kalau blog/artikel anda hanya berisi keluh- kesah, saru, rerasan, glenikan, sumpah-serapah, hujat-menghujat atau sebangsanya ya jangan sok eksklusif . Cukup jual aja ke pasar malem, atau yang agak elit ke pasar Bering Harjo. Atau media-media sosial. Siapa tahu gara-gara BBM anda bisa kesasar di Kompas.

google music beta


Google akhirnya luncurkan Google Music yang mungkin tujuannya menandingi Apple dengan iTunes nya. Google Music ini tentunya menyasar Smartphone dengan OS andalan Google yaitu Android. Sayang Google Music ini baru tersedia di Amerika sana karena mungkin sistem pembelian musik di Indonesia belum dirancang pembayarannya atau memang Google Music baru peluncuran perdana.
Untuk lebih jelasnya, coba ikuti tur Google Music.
Satu hal, mungkinkah Google Music masuk Indonesia mengingat orang Indonesia lebih banyak mendownload lagu dengan gratis? kita lihat saja nanti.
Untuk artikel IT lainnya, silahkan main ke http://www.look-j.com

hati-hati dengan email


13218632801441187942
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Pagi hari tanggal 27 Oktober 2011 lalu, di inbox email saya masuk sebuah email dari pihak yang mengaku dirinya sebagai team dari mail.com, dimana saya mempunyai account di situ.  Isi email tersebut seperti yang saya kopi di bawah ini :
Mail.com Alert Confirmation®
Dear Account User,
This message is from our data base center to all Mail.com account owners. We are currently upgrading our data base and e-mail account center. We are deleting all unused accounts to create more space for new accounts. To prevent your account from closing, you will have to update it below so we will know that it’s a presently used account. To do this, You have to click on your reply button to reply back to this message and then you fill the information below.
Full Name: ………………..
User Name:……………….
Password: …..……………….
Date of Birth: ………………
Country or Territory: ……….

Account owner that fails to verify his/her account after two weeks of receiving this warning will lose his or her account permanently.
Note: YOUR DETAILS WILL NOT BE SHARED.
We’ll keep making Mail.com! the best email service around.
Sincerely,
The Mail Team
Sebenarnya sejak awal saya sudah agak curiga dengan email tersebut, tak biasa-biasanya pihak admin dari mail.com meminta konfirmasi semacam itu. Tetapi karena waktu itu saya agak ceroboh dan kurang teliti, akhirnya email tersebut saya balas dan data yang diminta saya isi dengan sebenarnya.
Sepintas memang saya sempat membaca bahwa sendernya adalah resmi dari service@mail.com , yang biasa mengirim berbagai update ke inbox email saya. Setelah saya teliti ulang dengan membuka kembali reply saya ternyata bukan dari alamat tersebut.
Duer ! Sore harinya saya kemudian menerima banyak sms dan email dari teman-teman. Mereka menanyakan kebenaran email saya dan keadaan saya yang sebenarnya.
Rupanya, mereka membuat kloning (lagi musim kloning nih yee..!)  terhadap email saya. Email asli saya adalah aljohan@mail.com, sementara kloningannya a[I]johan@mail.com (huruf L-nya diganti i dengan huruf besar) dan kemudian mereka mengirim email kepada semua orang  yang emailnya ada di kontak saya, salah satunya kepada seorang sahabat yang juga Kompasianer Mbak Christie Damayanti.  Mau tahu isi emailnya ? Boleh dibaca tulisan dibawah ini :
From: “Al Johan” <aIjohan@mail.com>
Date: Thu, 27 Oct 2011 06:04:23 -0700
Subject: Hello
Hello,
How are you doing ? Sorry I didn’t inform you about my traveling to England  for a program,i hate to do this but am some difficulties here because i misplaced my Wallet on my way to the hotel where my money and other valuable things like my credit were kept in . I already contacted my credit card company to Stop my cards immediately,But where my problem lies is that it will take another 5 days to get me a replacement. I will like you to assist me with a loan of 2,000 Pounds to sort-out my hotel bills and get myself back home. I will appreciate whatever you can afford to assist me with and I promise to reimburse you at my return,Kindly let me know if you can be of help? so that i can let you know the wire transfer instructions.
Your help will be greatly appreciated.
Thanks
Al Johan
1321856565640356961
Gambar : www.quickregister.net
Duh, ternyata mereka menggunakan kloningan email saya tersebut untuk tujuan yang tidak baik, hari itu juga password email saya langsung saya ganti dan saya langsung melapor ke admin mail.com
Untung saja sampai hari ini tidak ada seorang pun di antara kawan saya yang mau memenuhi permintaan uang tersebut. Kalau itu terjadi pasrah deh…
Saya berharap kejadian ini merupakan kejadian terakhir dan tidak terulang lagi di masa depan dan bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja agar lebih berhati-hati dalam mengelola account emailnya.
Salah satu yang harus kita pegang erat adalah  jangan pernah memberikan password email kita kepada siapa pun !

Email bisa jadi kamarahan


13218620601610101226
Illustrasi dari Google
Bisakah kita marah lewat email? Aku percaya bahwa tidak sedikit masing2 dari kita pernah marah bahkan sering marah lewat email. Kalau marah2 di dunia nyata, sangat sering, terlebih dalam pekerjaan lapangan seperti aku. Tetapi, bagaimana etika bermarah2an lewat email? Mungkin beberapa ang aku amati dan yang aku alami bisa menjadi contoh untuk orang lain …..
Buat kita, para pekerja di era globalisasi ini, email adalah sesatu yang sangat vital dalam pekerjaan kita. Jangankan untuk pekerja seperti kita, anakku yang di SMA ternyata mendapat tugas bukan sepertidudlu, setelah diterangkan gurunya menjadwal untuk membuat pekerjaan rumah di papan tulis, tetapi member tugas lewat email. Jadi, malan2 bisa tiba2 saja ‘muncul’ tugas baru lewat email anak2 muridnya ….. luar biasa ….. Nah, apa lagi kita sebagai generasi era globalisasi?
Hubungan antara teman dan mitra kerja banyak dilakukan lewat gadget, atau internet, salah satunya lewat email. Buat aku, email adalah sarana untuk berkomunikasi dan berinteraksi bagi teman dan mitra kerja. Dalam pekerjaanku, aku adalah coordinator arsitektur dan interior untuk proyekku dan aku harus memimpin meeting antara konsultan2 atau kontarktor2. Dan aku juga notulennya ( karena tidak punya sekretaris ….. kaciaaannnn deh Christie ). Hasil risalah rapatnya ( MOM = Minute of Meeting ) biasanya aku lasung email ke semua peserta rapat untuk tigas minggu depannya dan 2 hari sebelum meeting minggu depannya, biasanya aku kirim ‘remainder’ untuk semua peserta rapat. Dan itu sealu aku ‘cc’ kan untuk semua boss ku yang memang berhubungan supaya tidak ada yang tidak mengerti tentang meeting itu dan bisa saling berkomunikasi, karena pekerjaan proyekku memang sangat cepat …..
1321862370126457593
Email adalah media dalam berinteraksi di dunia maya, walau pararel dengan dunia nyata, sepert pekerjaanku itu. Marah2 dalam email? Tidak terhitung lagi, apalagi, aku sebagai arsitek in-house dan harus bisa berkoordinasi dengan semua mitra kerja ( konsultan, kontraktor atau supplier, yang jumlahnya sampai ratusan perusahaan ). Banyak mitra kerja tidak melakukan apa yang aku / kami minta, karena mungkin belum selesai dalam penugasannya atau memang mereka sibuk dengan proyek2 lain. Dan apa yang aku lakukan? Walau dengan etika, tetap saja aku harus MARAH untuk selesainya proyekku.
Bertahun2 aku mengamati dan belajar ‘cara marah memakai email’ termasuk ‘marah’ dengan orang2 yang di’atas’ kita, seperti direktur2 mitra kerja kita. Ada beberapa konsep yang mungkin bisa dijadikan patokan sebagai ‘marah yang beretika dan elegan’ :
1.       Email bisa mencatat dalam berinteraksi, termasuk ‘interaksi marah’, yang mungkin untuk bisa menjadi ‘barang bukti’ ketika kita marah dengan mitra kerja kita dalam pekerjaan kita.
2.       Email bisa dijadikan media kemarahan kita JIKA tingkat emosi rendah!
Jika hanya berinteraksi dengan teman, sebaiknya kita jangan marah2 di email, tetapi agak susah jika didalam pekerjaan, seperti pekerjaanku. Bukan hanya tidak ada waktu untuk bertemu selain meeting rutin untuk penyelesaian proyekku, tetapi ditambah dengan kita harus ‘kejar2an’ waktu dan tidak bisa mengulur masalah karena ‘life go on’ dan deadline tidak bisa diundur. Dan dalam pekerjaan seperti aku, bisa jadi banyak yang ingin menjatuhkan aku, sehingga aku butuh saksi  apa yang aku lakukan termasuk amarahku. Sehingga, kemarahanku sering harus melalui email, karena email akan mencatat apa yang terbaca.
Hati2 dengan adanya ‘cc’ dan juga ‘bcc’. Beberapa pernah, mitra kerjaku marah kepadaku dengan ‘cc’ kepada bossku. Tidak apa2. Jika kita memang tidak salah, mengapa harus takut? Aku membalasnya dengan hati2 dan beritikad baik. Silahkan dibaca oleh siapapun, termasuk boss kita. Dalam pengalamanku, bossku tidak pernah berkomentar jika aku dan mitra kerjaku saling marah dengan etika. Jika sudah selesai, palingan bossku memanggilku, untuk berdiskusi untuk menjadi lebih baik dan aku tidak pernah disalahkan tentang itu. Ya, hubungan antara pekerja dan boss memang harus baik sehingga bisa terbuka dan bisa terus berkomunikasi dan berdiskusi …..
Tapi jangan lupa, bahwa email bisa dijadikan media kemarahan kita jika tingkat emosi kita rendah! Karena jika tingkat emosi kita tinggi, yang ada akan bisa saling memaki dan itu akan bisa ‘membahayakan’, karena email bisa menjadikan alat bukti dalam berinteraksi, apalagi kalau saling memaki …..
Karena dalam pekerjaanku pararel dalam dunia maya, sebaiknya kita sudah pernah bertemu muka. Beberapa kebutuhan aku harus mencari supplyer termasuk supplyer dari luar negeri. Biasanya sih mereka pasti ingin bertemu muka untuk  berdiskusi lebih lanjut. Beberapa kali bertemu muka, kami bisa bekerja sama menangani proyek tersebut. Setelah itu, mereka akan ikut meeting rutin seperti yang aku ceritakan diatas.
Jadi, jika belum pernah bertemu muka dalam dunia nyata, sebaiknya kita jangan marah2 lewat email. Adalah tidak pantas jika kita memarahi orang lain ewat email, sebenarnya. Walau demikian, kemarahan lewat email bisa dimengerti dengan beberapa batasan tertentu :
1.       Jangan marah lewat email jika belum pernah bertemu muka
2.       Jangan marah lewat email jika masing2 dalam emosi tinggi
3.       Jangan marah lewat email jika berbalas 3 kali
Aku pernah memarahi anak buahku dengan email ketika aku sedang keluar negeri dalam tugasku dan anak buahku menyalahi aturan kita yng sudah disusun dengan susah payah sebelum aku berangkat. Semakin memikirkannya, aku semakin emosi karena apa yang aku susun menjadi berantakan dan anak buahku ‘ngeyel’ tidak karuan. Setelah 3 kali berbalasan, aku menghentikan aksi amarahku lewat email. Mau telepon, susah, karena dunia berputar, aku siang hari disana anak buahku malam hari di Jakarta. Aku hanya membalas ringan ketika email yang ke-4 aku kirim supaya permasalahan ini diselesaikan setelah aku pulang ke Jakarta.
13218625171337643284
Masing2, aku dan anak buahku akan mencari referensi hasil diskusi yang menjadikan permasalahan, sehingga masing2 bisa dengan kepala dingin bicara setelah kepulanganku. Dan masing2 kita print untuk menjadikan bukti permasalahan dalam ’sidang’ di pekerjaanku. Karena setelah lebih dari 3 kali berbalas, sebaiknya kita bertemu muka untuk menyelesaikannya karena tidak akan habis2 saling ‘ngeyel’ dan bisa menjadikan kemarahan lebih keras lagi, bisa sampai saling memaki.
Ini juga mungkin bisa menjadi masukan, tentang kemarahan memakai email. Bahwa, sebelum memencet ‘enter’ :
1.       Kita harus memonitor emosi, seperti yang aku tulis diatas bahwa jangan memalah email dalam emosi tinggi
2.       Buatlah draft balasan email dan jika mungkin bisa didiskusikan dengan teman jika ini bukan  masalah pribadi
3.       Jangan berpanjang2 menulis di email, jika memang panjang sebaiknya lasung melewati telpon karena bisa menjadi salah sangak bila memakai tulisan
4.       Jangan pernah membuat ‘yang memalukan’ ( emberassing ) walau itu anak buah sendiri, karena kita tidak tahu, kemana email tersebut akan dikirim kecuali untuk kita. Bisa jadi akan memalukan diri sendiri
Seperti yang aku tulisankan di‘e-Generation’: Tetap Harus Bisa Melihat Kesempurnaan Tuhan dalamdan  Dunia Ini Sudah Semakin Sempit ….. bahwa teknologi bisa menjadikan hidup kita lebih nyaman dan cepat, termasuk email. Tetapi tetaplah hati2 untuk menggunakannya. Email adalah teknologi untuk membuat kita saling terhubung dengan hidup kita, termasuk dalam lingkungan pekerjaan kita. Mungkin sekarang, tanpa email kita tidak bisa bekerja secepat sekarang, tanpa email aku tidak bisa berhubungan dengan banyak orang dan tanpa email aku tidak bisa mengirimkan banyak berita dan perintah boss sebagai mitra kerja.
Jadi, bisakah kita marah melalui email? Jawabannya : BISA , tetapi tetap ada etika dalam melaksanakannya …..

jaringan HOC


WiFi adalah salah satu standard wireless networking. Dengan menggunakan peralatan yang sesuai, kita bisa terkoneksi ke jaringan tanpa menggunakan kabel. Untuk standard umum wifi ada IEEE 802.11b, IEEE 802.11a dan IEEE 802.11g.
Jaringan tanpa kabel ada 3, yakni Wifi, Bluetooth, Infrared Data Association (IrDA)
Jaringan WiFi Ad hoc  adalah mode jaringan WiFi yang memungkinkan dua atau lebih device (komputer atau router) untuk saling berkomunikasi satu sama lain secara langsung (dikenal dengan istilah peer to peer) tanpa melalui Central Wireless Router atau Acces Point (AP).
Jaringan WiFi yang menggunakan sebuah Acces Point Router untuk menghubungkan antara semua client dengan sumberdaya jaringan lainnya disebut jaringan WiFi mode Infrastructure
NB : http://www.blogalternativ.com/2011/11/jaringan-ad-hoc.html